Selasa, 01 Mei 2018

Mengapa Perlu Ilmu Budaya Dasar

oleh : Muhammad  Kahfi

Mengapa Perlu Ilmu Budaya Dasar ?



kehidupan sosial adalah kehidupan yang di dalamnya terdapat unsur-unsur sosial/kemasyarakatan. Sebuah kehidupan disebut sebagai kehidupan sosial jika di sana ada interaksi antara individu satu dengan individu lainnya, dan dengannya terjadi komunikasi yang kemudian berkembang menjadi saling membutuhkan kepada sesama. 

Pengertian IBD
IBD (Ilmu Budaya Dasar) terdiri dari tiga suku kata yang berbeda membentuk satu kalimat yang digabung membentuk satu definisi khusus yaitu Ilmu, Budaya, dan Dasar. Sebelum membahas lebih lanjut definisi Ilmu Budaya Dasar, ada baiknya kita bahas satu per satu definisi kata dari IBD tersebut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga dapat memberikan definisi logis dan runtut sesuai dengan definisi yang ada.

Ilmu
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.

Budaya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi budaya adalah pikiran atau akal budi manusia.

Dasar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi dasar adalah pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran atau aturan) atau asas.

Berdasarkan ketiga definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa definisi Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan suatu bidang secara berkonsep untuk mengkaji berbagai masalah dasar atau pokok mengenai budaya dan manusia. Disini yang menjadi objek studi IBD adalah budaya itu sendiri. Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Tema-tema IBD merupakan tema-tema inti permasalahan dasar manusia yang dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan, keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan, dan harapan.

Kesimpulan :
Saat ini, terdapat kecenderungan bahwa ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan sikap dan perilaku moral. Banyak di antara ilmuwan yang menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting. Menurutnya, aspek yang lebih penting daripada moral dalam suatu ilmu adalah ontologis dan epistemologis. Apabila hal itu yang terjadi, maka ia akan mengabaikan unsur manusiawinya, kurang berbudaya, dan tidak peka terhadap perma­salahan moral. Untuk mengantisipasi hal itu, setiap sarjana dirasa perlu memahami aspek budaya.

Referensi :

Selasa, 24 April 2018

Manusia dan kasih sayang Ilmu sosial Dasar (IBD)


oleh : Muhammad Kahfi

KASIH DISETIAP KEHIDUPAN.


Suatu hari, ada seorang pemuda muslim yang berumur 24 tahun, ia tinggal dirumah yang besar bersama asisten rumah tangga dan satpamnya. Asisten rumah tangga ini ditugaskan untuk menjaga kebersihan rumah, dan satpam untuk menjaga rumah. Pemuda ini memiliki sebuah perusahaan IT yang sedang berkembang dan memiliki cabang didaerah-daerah.

Saat disiang hari pemuda itu sedang makan dipinggir jalan, Setelah selesai makan pemuda itu pergi lagi ke kantor nya, sebelum pemuda itu masuk mobil ada dua anak yang menghampirinya lalu memeberikan laptop yang ketinggalan itu kepada pemuda tersebut.

Pemuda          : “ ini dek ada sedikit uang buat kalian “.
Dua anak       : “ Tak apa ka tausah “.
Pemuda          : “ klo gitu makasih yaa dek “.
Dua anak       : “ sama-sama ka “ (lalu pergi).

Pemuda itu kagum melihat dua anak itu menolak diberikan uang yang sudah membantu mengembalikan laptopnya, Ternyata dua anak itu yang satu kaki nya pincang dan yang satunya lagi buta matanya, anak yang buta itu dituntun jalan nya sama anak yang pincang itu, lalu pemuda itu mengikuti mereka berdua.

Hingga akhirnya pemuda itu berada disuatu tempat, pemuda itu melihat banyak anak-anak yang sedang bermain lalu pemuda itu bertanya seorang warga disitu.

Pemuda          : “ bu maaf, ini tempat apa ya ? “
Ibu warga       : “ ini panti asuhan “
Pemuda          : “oh yaudah makasih ya bu.. “

Pemuda ini heran ada kehidupan dan panti asuhan yang tampak kumuh dipinggir kota seperti ini, kemudian pemuda ini pergi ke kantor nya dan pulang kerumah nya.

Keesokkan harinya pemuda itu datang ke panti asuhan itu bersama rekan managernya dan bertemu dengan pengurus panti asuhan itu.

Ibu pengasuh  : “ maksud kedatangan tuan2 ini ada apa ya..? “
Pemuda           : “ kami kesini ingin merenofasi panti asuhan ini dan membeli dua 
                            mini bus untuk dipakai berpergian, selama panti asuhan ini di 
                            renofasi sampai selesai, anak-anak dipanti asuhan ini dipindah 
                            ke rumah yang nanti dikontrakkan “.
Ibu pengasuh    : “ saya tak bermimpi kan.. “
Pemuda             : “ tidak-tidak, ini beneran “
Ibu pengasuh     : “ Alhamdulillah , makasih tuan-tuan “

Akhirnya pemuda dan manager ini bermain-main dengan anak-anak panti asuhan. Dan beberapa bulan panti asuhan yang baru telah selesai di renofasi.

Makna : Hidup menjadi bermakna ketika membantu sesama yang membutuhkan 
              dan itu merupakan kasih disetiap kehidupan.

Pesan   :Untuk menolong apapun kita harus ikhlas 
             dan jangan mengharap imbalan, karena segala suatu ada balasan-nya 
             dari Allah swt.

Penulis : Muhammad kahfi.

Referensi :

Rabu, 24 Januari 2018

Kemisikinan di kota Bekasi

ILMU SOSIAL DASAR/Softskill
-KEMISKINAN-

oleh : Muhammad Kahfi

“Kemiskinan”

BAB I
PENDAHULUAN
Masalah sosial yang akan saya bahas adalah KEMISKINAN, dibawah ini merupakan ulasan kemiskinan di bekasi  judul yang saya ambil.

LATAR BELAKANG.
Kemiskinan di Indonesia bukanlah hal yang baru, bahkan sudah dikenal dan diselidiki oleh Pemerintah kolonial Belanda sejak awal abad 20. Kemiskinan haruslah mendapatkan perhatian yang utama, karena kemana saja kita pergi, dapat kita jumpai kemiskinan. Di daerah perkotaan, banyak berlalu lalang mobil yang harganya mahal, namun juga masih dapat kita jumpai para pejalan kaki dan tukang minta-minta (pengemis). Di daerah pedesaan, masih dijumpai penduduk yang tidak cukup makan. Ini semua merupakan cerminan kemiskinan yang secara realistik harus diakui adanya di Indonesia.                   
Pengertian kemiskinan dewasa ini telah mengalami perluasan, seiring dengan semakin kompleksnya faktor penyebab, indikator maupun permasalahan lain yang melingkupinya. Kemiskinan tidak hanya dipandang dari dimensi ekonomi saja, melainkan semakin meluas hingga ke dimensi sosial, kesehatan, pendidikan dan bahkan politik. Menurut BAPPENAS, kemiskinan adalah situasi serba kekurangan karena keadaan yang tidak dapat dihindari oleh seseorang dengan kekuatan yang dimilikinya.

Permukiman di Bekasi.
kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.

Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.

Warga Misikin di Bekasi.
BEKASI (Pos Kota) -Pemerintah Kabupaten Bekasi mengakui jumlah warga miskin masih sangat banyak meski wilayahnya dikelilingi oleh kawasan industri.
Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan angka kemiskinan di wilayahnya itu masih menjadi perhatian pemerintah daerah dimana jumlahnya mencapai 540.000 orang lebih.
Untuk itu pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar bisa mengatasi persoalan kemiskinan tersebut.
Sebagai pemerintah daerah pihaknya sudah menyiapkan berbagai program dalam memberikan bantuan bagi warga miskin dengan memberikan makanan setiap hari.
“Program itu sudah dianggarkan melalui APBD 2017 dan pelaksanaannya berada di Dinas Sosial,” ujarnya.

Kategori Kemiskinan.
14 KRITERIA MISKIN MENURUT STANDAR BPS.
1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang
2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan
3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain.
5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
6. Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan.
7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah
8. Hanya mengkonsumsi daging/ susu/ ayam dalam satu kali seminggu.
9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun
10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/ dua kali dalam sehari
11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik
12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2,
buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya 
dengan pendapatan dibawah Rp. 600.000,- per bulan
13. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah/ tidak tamat SD/ tamat SD.
14. Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000, 
seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.
Jika minimal 9 variabel terpenuhi maka suatu rumah tangga miskin.

Penutup.
                Semoga dengan langkah/upaya Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut dapat memajukan kesejahteraan didaerah2 seluruh indonesia dan menjadikan masyarakat hingga generasi muda ikut dukung dan partisipasi masalah ini.

 Terimakasih....


Sumber Refernsi :







Minggu, 26 November 2017

6 MANFAAT DARI KEBIASAAN BANGUN PAGI YANG MENGEJUTKAN

Oleh : Muhammad Kahfi

Meraih kesuksesan tidak seperti membalikkan telapak tangan. Agar seseorang bisa sukses, ia harus melewati berbagai tantangan dan proses yang tidak sebentar. Kedisiplinan dan kebiasaan memiliki peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang. Bahkan mulai dari kebiasaan terkecil yang seringkali diabaikan orang.

Lalu, Pernahkah kamu bertanya apa sih kebiasaan yang bisa membuat jadi orang sukses? Ternyata bangun pagi sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang-orang sukses lho. 
Berikut Manfaat bangun diawal pagi :

Merasakan Pesona Pagi #1.

Di pagi hari selalu punya kejutan untuk semua makhluk hidup di muka bumi ini Dengan bangun pagi, kita dapat merasakan ‘pesona’ pagi hari. Kicauan burung, suasana yang tenang, udara sejuk pagi tentunya akan memberikan kita sensasi yang tidak terlupakan. Sinar matahari di pagi hari juga memberi nutrisi dan vitamin D untuk kulitmu tanpa takut terbakar. Ini tidak akan didapat semua kecuali di ‘pagi hari’.

Waktu lebih untuk olahraga #2.

Sebagian besar dari kita mungkin tidak begitu tertarik dengan bangun di pagi untuk hal-hal yang dirasa kurang menyenangkan, apalagi hanya untuk berolahraga. Namun Angggapan “kurang menyenangkan” sepertinya kurang tepat untuk alasan ini, karena sebenarnya olahraga dipagi hari itu sangat menyenangkan jika sudah terbiasa. Olahraga pada pagi hari tidak harus mahal, cukup bermodal sepatu olahraga atau sepeda kayuh, Anda sudah bisa mendapatkan kebahagiaan sambil menghirup udara pagi yang menyegarkan.

Meningkat produktivitas dan efisien #3.

Pagi hari adalah saat yang paling produktif. Bangun lebih awal berarti membuat Anda dapat lebih produktif dan juga memaksimalkan ketajaman mental sepanjang hari. Terlebih pada pagi hari masih terdapat banyak udara segar yang memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Orang yang bangun pagi menjadi lebih produktivitas dan efisien dalam melakukan kegiatan untuk dirinya.

Menikmati Sarapan lebih nikmat #4.

Dengan bangun lebih pagi, kita dapat menyempatkan waktu untuk sarapan. Sarapan sangat penting untuk memulai hari, kita membutuhkan energi untuk beraktifitas. Dengan bangun pagi, kita mempunyai waktu santai dan luang untuk menikmati sarapan dengan tidak terburu-buru.

Memulai pekerjaan lebih awal #5.



Dengan bangun lebih pagi kita dapat memulai pekerjaan/kegiatan lebih awal hingga kita dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan mempersingkat waktu, maupun pergi ke kantor menjadi santai dan tidak terburu-buru diperjalanan.

Menjadi kebiasaan yang baik #6.


Bangun pagi yang dilakukan dengan rutin akan menjadi sebuah kebiasaan baik yang kelak akan membantu kita, tidak hanya di pekerjaan saja, namun juga di rumah dan membentuk diri kita sebagai seorang individu yang lebih disiplin.

Kesimpulan :
Peneliti dari Roehampton University di Inggris juga menyimpulkan kalau bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood yang baik, dan membuat orang memiliki indeks massa tubuh ideal. "Mereka yang bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia," ungkap peneliti Dr Joerg Huber, yang dikutip melalui Medicmagic (2/2).

Didalam islam juga menerangkan terdapat keberkahan diwaktu fajar, pada pagi hari merupakan waktu jernih dalam mendayagunakan pikiran dan hati untuk beribadah kepada Allah SWT. Setiap umat Islam tentu memiliki kewajiban yang harus ditunaikan di waktu tersebut, yaitu menjalankan sholat Subuh.

Mengingat kembali akan Hadits yang disabdakan Rasulullah SAW, Bahwasannya pada saat beliau sepulang dari shalat Shubuh dari Masjid Nabawi, beliau telah mendapati putrinya bernama Fatimah masih dalam kondisi tidur. Maka beliau bersabda :
” Wahai anakku, ...bangunlah, Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, Karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari. " ( H.R. Imam Ahmad Dan Al-Baihaqi).

Itulahh beberapa keuntungan apabila kita bangun lebih pagi. Selain bermanfaat untuk kesehatan, bangun lebih pagi juga baik untuk membentuk kepribadian kita menjadi lebih disiplin, positif dan bertanggung jawab, yakni ciri-ciri orang yang sukses dalam kehidupannya nanti.

Thanks you.....

Sumber Referensi :

+ this is my firts penulisan.




Jumat, 10 November 2017

ISD/SOFTSKILL


ILMU SOSIAL DASAR

RUMUSAN MASALAH TENTANG
MASALAH SOSIAL DAN PENYAKIT SOSIAL
Hasil gambar untuk gunadarma

OLEH :
MUHAMMAD KAHFI
1IA18
56417914


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Masalah Sosial merupakan sebuah perbedaan terhadap harapan dan kenyataan atau juga sebagai suatu kesenjangan diantara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya. Adanya masalah sosial di pandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat merupakan kondisi yang tidak diharapkan.
bahwa perilaku penyimpangan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, yang tidak sesuai atau tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik yang dilakukan secara sadar ataupun tidak. Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut, apabila terus berkembang akan menyebabkan timbulnya penyakit sosial dalam masyarakat. Dengan kata lain, penyakit sosial adalah bentuk penyimpangan terhadap norma masyarakat yang dilakukan secara terus-menerus.

 Penyakit sosial adalah perilaku menyimpang dari anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan ketidaktentraman dalam kehidupan masyarakat. Penyakit sosial di masyarakat saat ini sudah semakin marak di kalangan masyarakat dan sangat meresahkan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Disamping itu masalah ini dapat juga disebut sebagai masalah global karena masalahnya selalu ada hampir diseluruh Negara di dunia ini. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun tokoh tokoh agama untuk menanggulangi masalah ini, namun belum menampakkan hasil yang menggembirakan, malah sebaliknya semakin mewabah keseluruh pelosok, mulai daerah perkotaan hingga daerah pedesaan membudaya dikalangan masyarakat, sehingga sulit untuk mencari jalan keluarnya dari permasalahan ini.

1.2 Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah yang akan di bahas adalah :
1.      Apa pengertian dari penyakit sosial ?
2.      Beberapa penyakit masyarakat?
3.      Apa contoh penyimpangan sosial ?
4.      Upaya apa yang dapat dilakukan untuk mencegah penyimpangan sosial ?


1.3 Tujuan Penulisan
          Dengan rumusan masalah yang telah diutarakan di atas, tujuan penulis dalam pembuatan makalah tentang penyimpangan sosial ini adalah agar pembaca dapat :
Untuk mengetahui pengertian dari penyimpangan sosial ?
Untuk mengetahui penyebab perilaku menyimpang?
Untuk mengetahui contoh penyimpangan sosial ?
Untuk mengetahui Upaya apa yang dapat dilakukan untuk mencegah penyimpangan sosial ?

BAB II
ISI

Pengertian Penyakit Sosial
Penyakit sosial adalah perilaku dari anggota masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan ketidaktentraman dalam kehidupan masyarakat. Penyakit sosial timbul karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Pelanggaran terhadap norma dan aturan masyarakat inilah yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial.

 Jenis-Jenis Penyakit Sosial :

·         Perjudian
          Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja, yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau yang dianggap bernilai dengan menyadari adanya sebuah resiko dan harapan tertentu pada peristiwa permainan,pertandingan,perlomban dan kejadian yang belum pasti hasilnya. Jenis judi bermacam-macam dari yang sembunyi-sembunyi sampai terbuka.  Contoh : Sabung ayam dikalangan masyarakat.

Hal ini dapat diketahui dari ketentuan pasal 303 KUHP, Jo. UU No.7 tahun 1974 tentang Penertiban Judi Jo. PP.No.9 tahun 1981 Jo. Instruksi Presiden dan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.5, tanggal 1 April 1981.
Hal ini disadari pemerintah, maka dalam rangka penertiban perjudian, pasal 303 KUHP tersebut dipertegas dengan UU. No.7 1974, yang di dalam pasal 1, mengatur semua tindak pidana judian sebagai kejahatan. 


·         Perkelahian/Tawuran
          Tawuran lebih sering terjadi pada kalangan pelajar, mulai dari anak SD,SMP,SMA,juga mahasiswa. Bahkan tidak sering sampai mengorbankan korban jiwa jiwa. Pada umumnya sering terjadi karena hal sepele seperti saling mengejek, rebutan pacar, masalah pertemanan dan lain-lain. Tawuran antar pelajar atau antar sekolah merupakan perbuatan yang sangat tidak pantas. Tetapi tawuran kerap terjadi juga antar warga masyarakat,seperti yang terjadi di wilayah Indonesia bagian timur. Hal ini tentu sangat tidak baik bagi perkembangan sosial.
Hukuman bagi pelajar yang membawa senjata tajam bisa dijerat pasal 2 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman lima tahun penjara. Sedangkan pelajar yang melakukan penganiayaan berat saat tawuran bisa diancam Pasal 355 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara

·         Pengedar Narkoba/Napza
          NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) merupakan zat atau obat-obatan yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak.Terkadang dipakai dokter untuk membius pasien operasi,tentunya dengan takaran tertentu. Apabila pemakaiannya disalahgunakan akan menimbulkan ketagihan dan merusak menimbulkan ketidakmampuan dan fungsi sosial, pekerjan, dam sekolah. Penggunaan narkoba akan berdampak negatif terhadap fisik dan mentals seseorang, bahkan Napza menimbulkn segudang masalah seperti pelacuran (PSK), kriminal bahkan paling berpotensi menularkan penyakit HIV/AIDS. Para Pelajar hendaknya selalu waspada terhadap bahaya naarkoba karena akan menghancurkan masa depan generasi bangsa.
undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 111 (1), Pasal 111 (2),Pasal 112 ayat(1), Pasal 117 ayat (1).

·         Pelacuran
          Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri dengan jalan memperjual belikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu seks dengan imbalan bayaran uang, Pelacuran atau sekarang dikenal dengan istilah Pekerja Seks Komersial (PSK) berpotensi menularkan penyakit HIV/AIDS, selain itu dapat juga menimbulkan :
1.       Penyakit kelamin,
2.       Merusak kehidupan keluarga,
3.       Merusak moral, hukum, susila,dan agama,
4.       Adanya eksploitasi manusia oleh manusia lainnya, bahkan sekarang dikenal dengan istilah “Trafficking” yaitu penjualan manusia oleh manusia.
5.       Mendorong kriminalitas dan kecanduan narkoba.

Peraturan yang dapat menjerat pengguna PSK misalnya Pasal 42 ayat (2) Perda DKI Jakarta No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI 8/2007”).
Pengertian pelacuran dalam Perda ini dijelaskan di dalam Pasal 1 angka 4 Perda Kota Tangerang 8/2005 yaitu hubungan seksual di luar pernikahan yang dilakukan oleh pria atau wanita, baik di tempat berupa Hotel, Restoran, tempat hiburan atau lokasi pelacuran ataupun tempat-tempat lain di Daerah2 dengan tujuan mendapatkan imbalan jasa.

·         Korupsi
          Korupsi berasal dari bahas latin “Corruptio” atau “Corrumpere” yang berarti buruk, busuk, rusak, menggoyangkan atau memutar balikan. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompoknya baik uang maupun harta kekayaan.Bentuk-bentuk korupsi antara lain : penyogokan , penggelapan,  pemutar balikan fakta, penipuan ataupun penggunaan uang negara secara tidak semestinya. Korupsi merugikan kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, mapun negara. Di Indonesia saat ini korupsi marak terjadi, dan dilakukan oleh pejabat baik pejabat pusat maupun daerah. Dan ini sangat merugikan masyarakat dan negara.
Sejumlah peraturan perundang-undangan yang terkait dengan KPK antara lain:


Faktor Penyebab Penyakit Sosial
Banyak faktor yang dapat menjadikan alasan seseorang melakukanpenyimpangan sosial.
Beberapa penyebab penyimpangan social tersebut antara lain :
1.     Struktur keluarga yang tidak utuh (broken home)
Ketidakharmonisan keluarga yang di akibatkan oleh keadaan keluarga yangberantakan dapat mendorong individu melakukan perilaku menyimpang.
2.     Faktor ekonomi keluarga
Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat menjadikan seseorang menghalalkan segala cara agar kebutuhan ekonominya terpenuhi tanpa menghiraukan aturan dan norma masyarakat.
3.     Pelampiasan rasa kekecewaan
Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkanperilaku di luar kendali orang yang bersangkutan.
4.     Pengaruh lingkungan masyarakat
Lingkungan akan mempengaruhi perilaku anggota masyarakatnya.
Contoh : Orang yang hidup di lingkungan pejudi akan cenderung ikut berjudi.
8.     Anak yang putus sekolah.

Cara Pengendalian Penyakit Sosial di Masyarakat
Agar anggota masyarakat tidak melakukan penyimpangan sosial di perlukan adanya peran dari masyarakat untuk mencegah atau mengatasipenyakit sosial yang di lakukan anggota masyarakat.

Cara pengendalian penyakit social untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang yaitu dengan cara :
1.     Melakukan penyuluhan atau ceramah keagamaan,
2.     Hukuman, baik hukuman social maupun pidana,
3.     Membimbing atau mengajak berupa anjuran dengan sopan dan tidakmemaksa,
4.     Dengan menekankan norma-norma yang baik yang berlaku di daerahtersebut,
5.     Menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif,
6.     Menyampaikan nilai, norma dan aturan secara berulang-ulang. Penyampaian pesan ini dapat di lakukan melalui ceramah, papan informasi, spanduk ataumenggunakan media massa dan audio visual.
BAB III
PENUTUP.

Kesimpulan
Permasalahan sosial yang banyak terjadi di lingkungan sekitar adalah masalah pengangguran. Pengangguran sekarang terjadi dimana-mana. Hal ini disebabkan banyaknya para pencari kerja. Tetapi, sedikitnya lapangan kerja yang tersedia. Itu hanya salah satu sebab terjadinya pengangguran. Contoh sebab lain adalah Sumber Daya Manusia yang kurang berkualitas. Para generasi muda sekarang lebih suka bemalas-malasan dan bermain dari pada belajar demi menggapai masa depan. Sehingga di saat mereka dewasa karena tingkat pendidikan mereka sangat rendah sehingga mereka kesulitan mencari pekerjaan dan akan menjadi pengangguran Sehingga terjadi kemiskinan dan masalah social lainnya. Kita harus berusaha mencapai hasil yang terbaik dalam hidup kita sehingga kita akan menjadi manusia yang berkualitas dan dapat membantu mengurangi masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita.
Permasalahan terjadi karena diri sendiri yang tidak mengerti mana yang salah dan tidak, lalu tidak berpikir kedepan yang sekarang ia lakukan/kerjakan.
Saran
      1. Selalu ingat Allah dan Rusulullah saw.
2.  Menjadi kan keluarga selalu dengan hubungan yang baik.
3. Bekerja sama dengan Masyarakat dan pemerintah untuk terus menenkan masalah sosial          dimasyarakat
      4. Melakukan perubahan dan perbaikan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan.